UA-31675260-1

Separatis Ukraina Berkeras Teruskan Referendum

Kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina timur mengatakan akan meneruskan rencana referendum untuk mendirikan Republik Rakyat.Wakil-wakil separatis pro-Rusia di Donetsk, Ukraina timur menegaskan Kamis (8/5), mereka akan tetap melakukan referendum hari Minggu 11/5.Wakil-wakil separatis pro-Rusia di Donetsk, Ukraina timur menegaskan Kamis (8/5), mereka akan tetap melakukan referendum hari Minggu 11/5.Militan pro-Rusia di Ukraina timur mengatakan hari Kamis (8/5) bahwa mereka akan meneruskan rencana referendum untuk mendirikan apa yang disebut “Republik Rakyat,” meskipun sebelumnya hari Rabu ada imbauan dari Presiden Rusia Vladimir Putin agar referendum itu ditunda.
Wakil-wakil separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk, Ukraina timur hari Kamis mengatakan referendum itu akan diadakan hari Minggu, 11 Mei sebagaimana dijadwalkan sebelumnya.
Kantor berita pemerintah Rusia RIA Novosti mengutip Denis Pushilin, pemimpin Republik Rakyat Donetsk yang dideklarasikannya sendiri, yang mengatakan referendum di sana akan menanya penduduk untuk memilih “ya” atau “tidak” untuk mendukung “proklamasi kemerdekaan negara Republik Rakyat Donetsk.”
Enduduk Luhansk akan disodori pertanyaan yang sama mengenai apa yang disebut sebagai “Republik Rakyat Luhansk.”
Tidak jelas apakah kelompok separatis akan bisa menyelenggarakan referendum di seluruh wilayah, dan jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan 70 persen rakyat di Ukraina timur ingin tetap menjadi bagian Ukraina.
Berbicara hari Rabu (7/5) di Kremlin, Putin merekomendasikan kepada kelompok separatis di Ukraina timur agar menunda referendum yang ditetapkan akan dilaksanakan hari Minggu.

Putin juga mengatakan secara terbuka untuk pertama kalinya bahwa pemilihan presiden Ukraina tanggal 25 Mei – yang merupakan sasaran cemoohan Kremlin baru-baru ini – sebagai "langkah ke arah yang benar".

View the original article here

 

 


Leave a Reply