UA-31675260-1

Sekelumit Tentang Politik "Singa dan Kambing"

Lion and Lamb lie down togetherSeminggu terakhir dalam kancah politik bangsa benar-benar riuh , rame meski cenderung semua janji-janji kampanye itu hanya sekedar pembohongan, pembodohan, hura-hura dan hanya menjadi ajang pesta para caleg yang tehimpun dalam partai - partai yang selama ini selalu berdusta kepada rakyat. Beragam gaya dan cara dilakukan untuk bisa menghadirkan orang dilapangan luas, karena pemikiran yang terbentuk adalah semakin banyak orang semakin besar lah partai itu, maka anak-anakpun dikut sertakan yang penting lapangan penuh. Tterlepas dari apa motivasi orang datang ke tempat kampanye tersebut, apakah karena ingin dangdutan, ada yang ingin melihat artis, ada yang ingin dapat uang, dan saya yakin tanpa ada satupun alasan yang ingin mendengar program apa yang akan diberikan oleh partai dan calegnya kepada rakyat. Kasihan demokrasi bangsa ini menjadi demokrasi yang keliru. Okelah kita tidak ingin membahas itu kali ini.

Kampanye yang paling sering disorot belakangan ini adalah kampanye si capres Prabowo dari Gerindra yang malah tercermin ngawur dan tidak memiliki program jelas untuk rakyat. Entah bahasa apa yang mau disampaikan Prabowo ke rakyat, dengan angka 6 nya yang kalau ditulis 3 kali jadi "666" menjadi angka setan. Kicauan Prabowo dalam kampanyenya lebih banyak menyindir dengan bahasa yang kasar, bahkan cenderung mengarah ke tidak bermoral. Seorang Jendral sekelas Prabowo koq bisa lupa dengan posisinya yang tadinya terhormat jadi seperti hancur dan terjun kekelompok preman pasar yang suka bermain kata dengan ilmu kebun binatang. Sedih sejujurnya memiliki calon presiden yang gagah tapi ternyata tidak punya etika berbicara.

Singa dan Kambing menjadi kata terbaru sebagai sindiran dari Prabowo untuk capres lain yang sepertinya sangat terarah matanya dan lidahnya menunjuk ke Jokowi tapi tidak berani menujuk jarinya. Sungguh sangat diluar etika menggunakan kata-kata binatang dalam politik, menggunakan binatang untuk membandingkan manusia adalah sangat tidak beretika. Inikah capres yang akan maju dalam pilpres bulan Juli 2014 nanti..? memalukan. Meski itu haknya sebagai seorang manusia yang punya mulut, sebagai manusia yang mampu bicara, atau sebagai manusia yang sok hebat dan merasa hebat.

Diluar etika tersebut, kita telisik sekelumit tentang 2 binatang ini. Prabowo seperti mengidentikkan dirinya sebagai singa, macan. Hebat memang, gagah.. kekar dan berani. Tp sifat binatang ini sangat buruk, jahat dan kejam, memangsa sesamanya, membunuh anak sesamanya, bahkan hanya karena ingin menyalurkan nafsu sexnya, binatang ini bisa membunuh anak singa betina dengan tujuan agar singa betina mau dikawini, penyaluran hasrat sex yang brutal, kejam dan jahat. inikah yang juga ingin ditunjukkan Prabowo dengan menjuluki diri sendiri sebagai singa..? waduhh seram sebenarnya... membunuh anak sesamanya... jadi teringat peristiwa 1998 dimana banyak aktvis hilang karena kerjaan oknum kopassus yang katanya diperintah. Pertanyaannya.. Prabowo singa yang mana..? singa yang membunuh sesamanya atau singa yang hanya mengaum tidak jelas..?

Sementara itu, kambing yang sepertinya ditujukan untuk membahasakan Jokowi sebagai capres PDIP yang menjadi lawan terberat Prabowo, justru kita melihat banyak kebaikan dari kambing ini. Dia tidak memangsa anak-anak sesamanya kambing, dia tidak kejam, dia tidak jahat. bahkan dagingnya biarpun kecil tapi disukai oleh banyak orang, hampir semua dari tubuh kambing sangat bermamfaat dan enak utnuk dinikmati. kambing juga tidak menakutkan bagi manusia, beda dengan singa... Kambing tidak pernah membunuh anak-anak sesaamanya hanya untuk supaya bisa menyalurkan nafsu sexnya. Singkatnya KAMBING lebih baik dari SINGA.

Saya tidak sedang ingin menyimpulkan apakah Prabowo seekor singa dan Jokowi seorang kambing.. tapi saya sungguh tidak nyaman dengan istilah binatang yang dilekatkan kepada manusia, koq bisa manusia menurunkan harkat martabanya sebagai ciptaan paling sempurna, direndahkan menjadi seekor binatang, terlepas itu hanya julukan atau hanya sindiran.. tapi sungguh tidak beretika, tidak bermoral dan tidak manusiawi mengidentikkan manusia dengan binatang. terlebih orang tersebut adalah seorang calon presiden yang kelak akan memimpin bangsa ini...jangan-jangan jika Prabowo jadi presiden akan menyebut semua rakyat ini dengan sebutan binatang atau kambing... Apakah anda akan siap disebut kambing atau binatang...?

Kesimpulannya, kritisilah sika seorang capres, jangan salah pilih... jangan biarkan sifat kejam singa memerintah bangsa ini.

Salam

Ferdinand Hutahaean - Komite Nasional Posko Jokowi DPP BARA JP

Sekelumit Tentang Politik "Singa dan Kambing" Kompasiana.com.


Leave a Reply