UA-31675260-1

PAN Bekasi kampanye dengan mancing bareng dan fogging

PAN Bekasi kampanye dengan mancing bareng dan fogging

Merdeka.com - Partai Amanat Nasional Kota Bekasi, Jawa Barat, mengisi seluruh agenda kampanye Pemilu Legislatif 2014 dengan strategi kerja nyata melibatkan langsung masyarakat. Berbagai kegiatan dilakukan, termasuk mancing bareng dan fogging.

"Kegiatannya bisa apa saja yang penting melibatkan masyarakat, sehingga bisa langsung menyentuh hati mereka," kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Daerah PAN Kota Bekasi Abdul Muin Hafid di Bekasi.

Selain kegiatan bersih-bersih lingkungan, kata dia, kampanye bertajuk 'Kerja Nyata Bersama PAN' diwujudkan pula dengan penyelenggaraan acara 'mancing bareng', 'fogging', perbaikan jalan rusak, pemberian santuan kepada yatim piatu, pengobatan gratis, hingga penjualan sembako murah yang digagas caleg-caleg lainnya.

"Cara ini kami yakini lebih efektif dan bermanfaat dibandingkan metode kampanye terbuka yang diramaikan konvoi kendaraan pendukung," katanya seperti dikutip Antara, Rabu (26/3).

Menurut dia partai bernomor urut delapan itu memang mengincar pemilih mengambang yang didominasi warga perumahan.

Kelompok pemilih ini diyakini bisa diperoleh suaranya setelah melihat hasil kerja nyata dari partai atau calon anggota legislatif yang berkampanye.

Diakui politisi yang kini menjadi anggota DPRD Kota Bekasi itu, mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk memberikan suaranya pada Pemilu 9 April 2014 sangat sulit.

Kenyataan berkembangnya politik transaksional serta makin tingginya jumlah masyarakat yang apatis terhadap politik membuat tantangan yang dihadapi PAN kali ini sangat berat.

Politik transaksional berkembang di kalangan warga perkampungan yang kini telah berani terang-terangan tawar-menawar harga untuk suaranya.

"Tidak jelas siapa yang memulai, tapi memang demikian keadaannya. Itu juga yang membuat banyak politisi enggan turun ke masyarakat karena adanya patokan harga tersebut," katanya.

Sementara warga perumahan apatis dengan kedatangan politisi tanpa bukti nyata yang dapat dinikmati mereka.

"Satu sisi warga perumahan cenderung belum ternodai dengan praktik politik transaksional. Namun di lain sisi, politisi membutuhkan modal besar untuk berbuat sesuatu di lingkungan perumahan," katanya.

Dikhawatirkan kata dia, kondisi demikian akan dimanfaatkan caleg terpilih untuk menghimpun kembali modal berkampanye dari uang rakyat.

"Maka dari itu, saya merasa perlu memberikan pendidikan politik yang sehat bagi masyarakat melalui metode kampanye Kerja Nyata Bersama," katanya.

[war]

ntuh hati mereka."

 

 

 

 

Merdeka.com


Leave a Reply