UA-31675260-1

Demo di Istana Negara, Ini 10 Tuntutan Buruh

VIVAnews - Sejak pagi, Istana Negara disesaki buruh yang berdemonstrasi, Kamis, 1 Mei 2014. Unjuk rasa kali ini untuk memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day. Tidak hanya pria, kaum hawa juga ambil bagian dalam aksi kali ini.

Tampak soeorang wanita memimpin orasi di atas mobil pengunjuk rasa. Buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Metal dan Elektronik serta Gabungan Serikat Buruh Independen itu merangsek ke depan berhadapan langsung dengan aparat dan kawat berduri.

"Hidup Buruh!" Berkali-kali diteriakkan oleh orator wanita yang suaranya tak lagi centil. Sentak disambut "Hidup!" oleh kawan-kawannya.

"Kita sudah dicekoki beberapa calon presiden. Mereka berencana outsourcing akan dihapuskan, nasib buruh diperbaiki, nasib kaum tani akan lebih diperhatikan. Semua itu adalah omong kosong," ucap wanita itu berteriak.

Sementara itu, konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPSI) menyuarakan sepuluh tuntutan terkait aksi yang digelar hari ini. Inilah sepuluh poin permintaan tersebut :

1. Naikkan upah minimum (UMP/K) 2015 sebesar 30% dan revisi KHL menjadi 84 item.

2. Menolak penangguhan upah minimum (UMP/K).

3. Jalankan jaminan pensiun wajib bagi buruh pada Juli 2015.

4. Jalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat dengan cara cabut PERMENKES 69/2013.

5. Hapus sistem outsourcing.

6. Sahkan RUU PRT , revisi UU Perlindungan TKI.

7. Cabut UU Ormas ganti dengan RUU Perkumpulan.

8. Jadikan guru honorer menjadi PNS, serta subsidi sebesar Rp. 1 juta per orang per bulan dari APBN.

9. Sediakan transportasi publik dan perumahan murah untuk buruh.

10. Jalankan wajib belajar 12 tahun dan beasiswa untuk anak buruh hingga perguruan tinggi.

View the original article here


Leave a Reply